EFEKTIFKAH PEMBELAJARAN SISTEM DARING DITENGAH WABAH VIRUS COVID-19
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah sistem manajemen informasi
Dosen Pengampu : Ibu Hana Lestari M. Pd
NENENG WAHIDATUL ASNA
NIM : 1920. 04.011
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM SAHID BOGOR
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kehadirat Allah Subhanahu Wata'ala yang telah memberikan kita nikmat sehat wal afiat, sehingga kita masih diberikan kesempatan untuk menuntut ilmu setiap harinya.
Shalawat dan salam selalu tercurah limpahkan kepada baginda alam semesta nabi besar Muhammad Salallahu Alaihi Wassaalam.
Alhamdulillah dalam kesempatan kali ini saya masih diberikan kesehatan sehingga bisa menyelesaikan tugas mata kuliah sistem informasi manajemen mengenai ' Efektifkah Pembelajaran E-learning di Tengah Wabah virus jenis Covid-19'.
Saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam segi penulisan atau pun dalam pemilihan tata bahasa. Maka dari itu saya mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar makalah ini menjadi lebih baik, yang tentunya sangat bermanfaat bagi saya dan teruntuk kita semua. Aamiin.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
virus corona jenis covid-19 adalah virus yang menyerang sistem pernafasan. Virus ini dapat menyerang semua kalangan seperti bayi, balita, anak-anak, remaja, dewasa, lansia, ibu hamil bahkan ibu menyusui.
Virus corona jenis covid-19 diketahui ditemukan pertama kali di kota wuhan china, yang mana virus ini menyebar begitu cepat sampai menimbulkan banyaknya korban jiwa. Tidak berselang lama virus ini menyebar ke beberapa negara diseluruh dunia.
Karena penyebarannya yang begitu cepat, beberapa negara mengambil keputusan mengenai pencegahan dan cara untuk memutus tali penyebaran dengan menggunakan sistem sosial distancing yang mana dengan sistem atau cara ini seluruh kegiatan terganggu dari kegiatan perekonomian menjadi lamban sampai kegiatan pembelajaran pun terganggu.
Pemerintah terkhusus di indonesia membuat kebijakan bahwasannya pembelajaran yang sejatinya berlangsung di gedung sekolah atau ruang kelas disetiap lembaga kependidikan dialihkan sistem nya menggunakan pembelajaran daring (e- learning) atau pembelajaran jarak jauh. Pembelajaran sistem daring (e-learning) ini sangat dibutuhkan ditengah merebaknya wabah virus corona jenis covid-19 ini dalam rangka pemutusan rantai penyebaran virus.
Setelah dilihat lebih jauh, sistem pembelajaran daring atau e-learning ini mempunyai beberapa kendala salah satunya adalah keterbatasan jaringan (signal) bahkan permasalahan kapasitas kuota yang dimiliki peserta pembelajaran e-learning. Apakah ada upaya dan solusi yang diberikan oleh pemerintah dalam hal ini.
Maka dari itu saya akan mengulas mengenai efektifkah sistem pembelajaran daring atau jarak jauh ditengah wabah virus corona jenis covid-19 dan adakah upaya yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi permasalahan peserta dalam pembelajaran e- learning ini, untuk mengetahui hal tersebut saya menggunakan metode analisis swot.
B. Rumusan masalah
C. Tujuan
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian E-learning
E-learning kepanjangan dari dua kata yaitu electronic dan learning, elecronic memiliki arti alektronik atau alat-alat elektronik sedangkan learning berarti belajar. Jadi e-learning merupakan metode pembelajaran yang dilakukan melalui fasilitas elektornik secara online. Hal ini semacam grup pembelajaran yang mana pelaksanaannya dilakukan tanpa tatap muka antara tenaga pendidik maupun peserta didik. Layaknya seperti fasilitas grup yang ada di whats up, facebook, atau media sosial lain seperti google classroom.
Pembelajaran dengan menggunakan sistem ini, yakni tenaga pendidik menyiapkan materi pembelajaran dimedia sosial yang sudah disepakati sebelumnya. Kemudian siswa atau peserta yang mengikuti kelas tersebut mempelajari materi yang diberikan, ketika ada hal yang tidak dimengerti bisa membuka sesi tanya jawab atau sesi diskusi sehingga kegiatan kelas online ini terasa hidup.
B. Efektifitas pembelajaran e-learning
Menggunakan metode Analisis swot
a. Strength (kekuatan)
b. Weakness (kelemahan),
c. Opportunity (peluang)
d. Treath (ancaman)
C. Upaya yang dilakukan pemerintah dan badan swasta
Pemerintah terkhusus kemendikbud bekerja sama dengan pihak atau perusahaan seperti telkom, indosat, dan axis. Untuk menyediakan atau memfasilitasi kuota gratis yang penggunaanya harus mengikuti arahan dan ketentuan yang telah ditentukan.
Pihak pemegang perusahan telkomsel, indosat, dan axis memberikan kuota gratis bagi penggunanya sekitar 30GB tetapi kuota itu tidak dapat digunakan secara bebas hanya berlaku pada apps atau program pembelajaran tertentu seperti: ruangguru, quipper, jenius dan lain-lain.
D. Solusi menghemat kuota bagi peserta didik e-learning
2. Tidak melakukan update aplikasi
Hentikan pembaharuan aplikasi untuk menghemat kapasitas data atau kouta yang kita miliki dengan cara menyetel ulang peraturan aplikasi di playstore dengan mengklik menu lalu pilih setelan kemudian rubah update/perbaharui aplikasi dari otomatis menggunakan data seluler menjadi otomatis menggunakan WIFI saja.
3. Mengkompresi data dicrome
Apps crome memiliki fitur setelan bawaan yang dapat mengkompresi atau menurunkan kuota internet secara signifikan. Ketika fitur itu dihidupkan pengiriman traffic data dilakukan melalui proksi google. Kuota data akan dioptimalisasikan dan ditekan sebelum dikirimkan ke gawai. Sehingga menghemat kuota/data internet yang kita miliki.
4. Mengunduh file yang dibutuhkan
Diusahakan untuk mengunduh file yang kita butuhkan, menghindari kita membuka situs itu secara berulang-ulang hal itu dapat menekan kurangnya kita dalam menggunakan kuota internet.
5. Memiliki aplikasi yang baik dalam pembelajaran e-learning
Sebelum melakukan pembelajaran e-learning, kita dihadapkan untuk membuat kesepakatan yaitu pembelajaran ini akan dilakukan dengan menggunakan aplikasi apa. Diusahakan kesepakatan itu menguntung kan kepda kedua belah pihak yaitu pengajar dan peserta. Yang mana apps yang digunakan tidak membutuhkan kapasitas kuota/data internet yang berlebih.
6. Mempunyai buku pembelajaran
Buku pembelajaran yang dimiliki itu akan membantu kita dalam penyelesaian tugas atau latihan yang diberikan oleh pengajar. Hal tersebut dapat membatasi kita untuk tidak berulang ulang membuka situs internet hanya untuk menjawab latihan soal itu.
7. Non-aktifkan data seluler
Lakukan hal tersebut jika waktu pembelajaran sudah selesai, itu membantu kita untuk menghemat data internet yang kita miliki.
Meminta materi secara lengkap
Hal ini harus dilakukan oleh peserta didik yakni meminta materi pembelajaran yang lengkap dari pengajar, sehingga peserta didik tidak harus mencari materi tambahan di situs internet.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Efektif atau tidaknya pembelajaran e-learning tergantung interaksi yang terjalin antara tenaga pendidik dengan peserta didik, interaksi yang terjalin dengan baik akan membuka forum diskusi menjadii lebih aktif. Selain itu signal dan kapasitas kuota internet yang dimiliki menjadi salah satu faktor penting kelancaran pembelajaran tersebut.
B. Saran
Adanya kesempatan kuota bebas atau kuota gratis diharapkan tidak disia-siakan dan bersungguh-sungguhlah dalam mengikuti pembelajaran e-learning ini, jadikan kegiatan pembelajaran e-learning sebagai kesempatan untuk kita lebih ekspresif, aktif, dan kreatif dalam menggunakan sistem informasi media sosial.
Selamat belajar online, selamat dikejar deadline 😀
Diajukan untuk memenuhi tugas mata kuliah sistem manajemen informasi
Dosen Pengampu : Ibu Hana Lestari M. Pd
NENENG WAHIDATUL ASNA
NIM : 1920. 04.011
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM SAHID BOGOR
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kehadirat Allah Subhanahu Wata'ala yang telah memberikan kita nikmat sehat wal afiat, sehingga kita masih diberikan kesempatan untuk menuntut ilmu setiap harinya.
Shalawat dan salam selalu tercurah limpahkan kepada baginda alam semesta nabi besar Muhammad Salallahu Alaihi Wassaalam.
Alhamdulillah dalam kesempatan kali ini saya masih diberikan kesehatan sehingga bisa menyelesaikan tugas mata kuliah sistem informasi manajemen mengenai ' Efektifkah Pembelajaran E-learning di Tengah Wabah virus jenis Covid-19'.
Saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam segi penulisan atau pun dalam pemilihan tata bahasa. Maka dari itu saya mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar makalah ini menjadi lebih baik, yang tentunya sangat bermanfaat bagi saya dan teruntuk kita semua. Aamiin.
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
virus corona jenis covid-19 adalah virus yang menyerang sistem pernafasan. Virus ini dapat menyerang semua kalangan seperti bayi, balita, anak-anak, remaja, dewasa, lansia, ibu hamil bahkan ibu menyusui.
Virus corona jenis covid-19 diketahui ditemukan pertama kali di kota wuhan china, yang mana virus ini menyebar begitu cepat sampai menimbulkan banyaknya korban jiwa. Tidak berselang lama virus ini menyebar ke beberapa negara diseluruh dunia.
Karena penyebarannya yang begitu cepat, beberapa negara mengambil keputusan mengenai pencegahan dan cara untuk memutus tali penyebaran dengan menggunakan sistem sosial distancing yang mana dengan sistem atau cara ini seluruh kegiatan terganggu dari kegiatan perekonomian menjadi lamban sampai kegiatan pembelajaran pun terganggu.
Pemerintah terkhusus di indonesia membuat kebijakan bahwasannya pembelajaran yang sejatinya berlangsung di gedung sekolah atau ruang kelas disetiap lembaga kependidikan dialihkan sistem nya menggunakan pembelajaran daring (e- learning) atau pembelajaran jarak jauh. Pembelajaran sistem daring (e-learning) ini sangat dibutuhkan ditengah merebaknya wabah virus corona jenis covid-19 ini dalam rangka pemutusan rantai penyebaran virus.
Setelah dilihat lebih jauh, sistem pembelajaran daring atau e-learning ini mempunyai beberapa kendala salah satunya adalah keterbatasan jaringan (signal) bahkan permasalahan kapasitas kuota yang dimiliki peserta pembelajaran e-learning. Apakah ada upaya dan solusi yang diberikan oleh pemerintah dalam hal ini.
Maka dari itu saya akan mengulas mengenai efektifkah sistem pembelajaran daring atau jarak jauh ditengah wabah virus corona jenis covid-19 dan adakah upaya yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi permasalahan peserta dalam pembelajaran e- learning ini, untuk mengetahui hal tersebut saya menggunakan metode analisis swot.
B. Rumusan masalah
- Apakah yang dimaksud dengan sistem pembelajaran daring jarak jauh (e-learning)?
- Efektifkah penggunaan sistem pembelajaran e-learning ditengah wabah virus corona?.
- Adakah upaya pemerintah dan badan swasta dalam mengatasi permasalahan atau kendala peserta didik dalam sistem pembelajaran e-learning?
C. Tujuan
- Mengetahui mengenai apa itu e-learning
- Mengetahui efektif atau tidak penggunaan e-learning
- Mengetahui upaya dan solusi apa yang digunakan pemerintah dan badan swasta untuk mengatasi permasalahan dalam sistem pembelajaran e-learning.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian E-learning
E-learning kepanjangan dari dua kata yaitu electronic dan learning, elecronic memiliki arti alektronik atau alat-alat elektronik sedangkan learning berarti belajar. Jadi e-learning merupakan metode pembelajaran yang dilakukan melalui fasilitas elektornik secara online. Hal ini semacam grup pembelajaran yang mana pelaksanaannya dilakukan tanpa tatap muka antara tenaga pendidik maupun peserta didik. Layaknya seperti fasilitas grup yang ada di whats up, facebook, atau media sosial lain seperti google classroom.
Pembelajaran dengan menggunakan sistem ini, yakni tenaga pendidik menyiapkan materi pembelajaran dimedia sosial yang sudah disepakati sebelumnya. Kemudian siswa atau peserta yang mengikuti kelas tersebut mempelajari materi yang diberikan, ketika ada hal yang tidak dimengerti bisa membuka sesi tanya jawab atau sesi diskusi sehingga kegiatan kelas online ini terasa hidup.
B. Efektifitas pembelajaran e-learning
Menggunakan metode Analisis swot
a. Strength (kekuatan)
- Pembelajaran menggunakan media sosial bisa dilakukan dimana saja tidak terbatas ruang maupun waktu.
- Banyak aplikasi yang bisa digunakan, seperti : edmodo, google classroom dan lain-lain.
- Peserta memperoleh materi pembelajaran yang beragam, seperti: audio, video, bahan latihan serta materi berbentuk file.
- Meningkatkan pengetahuan mengenai dunia informasi media sosial
- Memiliki fleksibelitas dan akuntabilitas yang baik.
- Pemerintah dan badan swasta bekerja sama memberikan fasilitas kuota internet bagi peserta didik e-learning.
b. Weakness (kelemahan),
- Kurangnya interaksi antara tenaga pendidik dengan peserta didik sehingga penyampaian materi tidak secara penuh tersampaikan, sehingga diskusi aktif tidak terlaksana dengan baik.
- Pembelajaran e-learning dijadikan sebagai ajang pemberian tugas yang berlebih kepada peserta didik. Sehingga peserta didik merasa jenuh dan terbebani dengan hal tersebut.
- Tidak di semua tempat terdapat kapasitas jaringan (signal) yang baik.
- Peserta didik diharuskan memiliki kapasitas kuota yang cukup dalam pembelajaran sistem online ini.
- Fasilitas internet yang diberikan tidak bisa digunakan secara universal, melainkan hanya bisa digunakan pada apps atau program pembelajaran tertentu seperti ruang guru, quipper, dan jenius.
c. Opportunity (peluang)
- Memungkinkan kita mendapatkan waktu yang lebih luang.
- Mengurangi biaya transportasi.
- Quality time bersama keluarga
- Berpeluang mendapatkan pengetahuan yang lebih terkhusus dalam teknologi informasi
- Berpeluang menjadi tutor pendidikan, seperti membuat video pembelajaran yang menarik semisal di apps youtube.
d. Treath (ancaman)
- Ada kalanya jaringan atau signal buruk
- Apps dan handphone error
- Ancaman dikemudian hari bisa saja peserta didik pasif dengan kehidupan sosialnya hanya terfokus dengan dunia sosial media.
C. Upaya yang dilakukan pemerintah dan badan swasta
Pemerintah terkhusus kemendikbud bekerja sama dengan pihak atau perusahaan seperti telkom, indosat, dan axis. Untuk menyediakan atau memfasilitasi kuota gratis yang penggunaanya harus mengikuti arahan dan ketentuan yang telah ditentukan.
Pihak pemegang perusahan telkomsel, indosat, dan axis memberikan kuota gratis bagi penggunanya sekitar 30GB tetapi kuota itu tidak dapat digunakan secara bebas hanya berlaku pada apps atau program pembelajaran tertentu seperti: ruangguru, quipper, jenius dan lain-lain.
D. Solusi menghemat kuota bagi peserta didik e-learning
- Batasi penggunaan data atau kuota internet
2. Tidak melakukan update aplikasi
Hentikan pembaharuan aplikasi untuk menghemat kapasitas data atau kouta yang kita miliki dengan cara menyetel ulang peraturan aplikasi di playstore dengan mengklik menu lalu pilih setelan kemudian rubah update/perbaharui aplikasi dari otomatis menggunakan data seluler menjadi otomatis menggunakan WIFI saja.
3. Mengkompresi data dicrome
Apps crome memiliki fitur setelan bawaan yang dapat mengkompresi atau menurunkan kuota internet secara signifikan. Ketika fitur itu dihidupkan pengiriman traffic data dilakukan melalui proksi google. Kuota data akan dioptimalisasikan dan ditekan sebelum dikirimkan ke gawai. Sehingga menghemat kuota/data internet yang kita miliki.
4. Mengunduh file yang dibutuhkan
Diusahakan untuk mengunduh file yang kita butuhkan, menghindari kita membuka situs itu secara berulang-ulang hal itu dapat menekan kurangnya kita dalam menggunakan kuota internet.
5. Memiliki aplikasi yang baik dalam pembelajaran e-learning
Sebelum melakukan pembelajaran e-learning, kita dihadapkan untuk membuat kesepakatan yaitu pembelajaran ini akan dilakukan dengan menggunakan aplikasi apa. Diusahakan kesepakatan itu menguntung kan kepda kedua belah pihak yaitu pengajar dan peserta. Yang mana apps yang digunakan tidak membutuhkan kapasitas kuota/data internet yang berlebih.
6. Mempunyai buku pembelajaran
Buku pembelajaran yang dimiliki itu akan membantu kita dalam penyelesaian tugas atau latihan yang diberikan oleh pengajar. Hal tersebut dapat membatasi kita untuk tidak berulang ulang membuka situs internet hanya untuk menjawab latihan soal itu.
7. Non-aktifkan data seluler
Lakukan hal tersebut jika waktu pembelajaran sudah selesai, itu membantu kita untuk menghemat data internet yang kita miliki.
Meminta materi secara lengkap
Hal ini harus dilakukan oleh peserta didik yakni meminta materi pembelajaran yang lengkap dari pengajar, sehingga peserta didik tidak harus mencari materi tambahan di situs internet.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Efektif atau tidaknya pembelajaran e-learning tergantung interaksi yang terjalin antara tenaga pendidik dengan peserta didik, interaksi yang terjalin dengan baik akan membuka forum diskusi menjadii lebih aktif. Selain itu signal dan kapasitas kuota internet yang dimiliki menjadi salah satu faktor penting kelancaran pembelajaran tersebut.
B. Saran
Adanya kesempatan kuota bebas atau kuota gratis diharapkan tidak disia-siakan dan bersungguh-sungguhlah dalam mengikuti pembelajaran e-learning ini, jadikan kegiatan pembelajaran e-learning sebagai kesempatan untuk kita lebih ekspresif, aktif, dan kreatif dalam menggunakan sistem informasi media sosial.
Selamat belajar online, selamat dikejar deadline 😀
Komentar
Posting Komentar